Card image cap

16-03-2026

Berkenalan dengan Experiential Learning: Belajar dari Pengalaman yang Bermakna
Halo Sobat WGC!👋 
Pernahkah Sobat WGC mendengar istilah Experiential Learning?
Metode ini bukan sekedar tren dalam dunia pembelajaran, tetapi juga menjadi pondasi bagi Wit Gedhang Consulturement untuk merancang program-program terbaik untuk Sobat WGC dimanapun berada.
Apa Itu Experiential Learning?
Experiential learning merupakan metode pembelajaran yang menekankan pengalaman sebagai media utama dalam proses belajar. Pendekatan ini memberikan perspektif, bahwa proses belajar tidak hanya didapatkan dari teori atau materi kelas, tetapi juga melalui pengalaman dan keterlibatan langsung yang direfleksikan serta diterapkan dalam kehidupan nyata.
Menurut Kolb (1984), proses belajar dengan metode experiential learning merupakan proses yang mengintegrasikan :
  • Pengalaman nyata
  • Persepsi individu
  • Kemampuan kognitif
  • Perilaku individu
Sehingga seseorang dapat dikatakan belajar secara utuh melalui apa yang dialami, dipikirkan, kemudian dilakukan.
Siklus Experiential Learning
Sobat WGC pernah merasa pelatihan hanya sebatas teori?
Misalnya mendapatkan teori mengenai pentingnya kerja sama dalam sebuah tim. Namun, proses pelatihannya hanya berhenti sampai situ saja?
Nah, kegiatan experiential learning bisa banget nih menjawab kebutuhan Sobat WGC untuk mendapatkan pengalaman belajar yang mendalam dan berkelanjutan. Berikut Adalah 4 tahapan experiential learning menurut Kolb (1984):
  1. Concrete Experience
Peserta terlibat langsung dalam suatu aktivitas. Pada tahap ini, peserta diajak untuk mendapatkan pengalaman konkret dengan merasakan, berpikir dan bertindak dalam situasi nyata.
  1. Reflective Observations
Setelah beraktivitas, peserta diajak untuk merefleksikan pengalaman tersebut dan memaknainya. Biasanya peserta diminta untuk membagikan:
    • Apa yang dirasakan
    • Apa yang diamati
    • Bagaimana reaksi selama berkegiatan
Proses ini bertujuan untuk membantu peserta melihat pengalaman dan memaknainya dari berbagai sudut pandang.
  1. Abstract Conceptualizations
Tahap ini merupakan proses menyusun pemahaman berdasarkan hasil refleksi. Peserta diajak untuk menganalisis pengalamannya secara logis, kemudian menarik polanya, dan merumuskan kesimpulan yang dapat dipelajari.
  1. Active Experimentations
Tahap terakhir merupakan proses penerapan. Dalam hal ini, peserta diajak untuk membuat komitmen dan rencana untuk mengaplikasikan hasil pembelajarannya ke kehidupan nyata, baik dalam pekerjaannya ataupun di keseharian.
 
Kenapa Perlu Pendekatan Experiential Learning?
Karena pendekatan ini:
  • Memberikan pengalaman sehingga pembelajaran lebih relevan dan kontekstual
  • Mendorong keterlibatan peserta secara aktif
  • Membantu proses pemahaman secara mendalam
  • Mempermudah transfer pembelajaran ke dunia nyata
Sehingga pembelajaran tidak hanya menjadi formalitas dengan teori saja, tetapi juga menyasar perubahan perilaku yang berkelanjutan.
Yuk, ber-experiential learning bersama Wit Gedhang Consulturement!
Melalui pendekatan Experiential Learning, kami berkomitmen menghadirkan program yang tidak hanya seru dan informatif, tetapi juga transformatif untuk Sobat WGC.
Jika Sobat WGC tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pendekatan experiential learning dan penerapannya dalam kebutuhan kegiatan organisasi, tim kami siap berdiskusi bersama Anda😉





Referensi :

Kolb, D.A. (1984). Experiential learning : Experience as the source of learning and development. Prentice Hall.